Welcome to Digilib WBTb Aceh

Digilib Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Aceh merupakan perpustakaan digital yang berfokus pada dokumentasi, pelestarian, dan penyebarluasan informasi mengenai warisan budaya takbenda yang berasal dari Provinsi Aceh. Koleksi dalam digilib ini mencakup berbagai bentuk ekspresi budaya, seperti tradisi lisan, adat istiadat, seni pertunjukan, ritual keagamaan, pengetahuan tradisional, serta praktik sosial yang telah ditetapkan maupun diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Digilib ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya bagi mahasiswa, peneliti, pendidik, serta masyarakat umum yang ingin mempelajari kekayaan budaya Aceh. Seluruh koleksi disusun berdasarkan standar metadata untuk memudahkan temu kembali informasi dan dilengkapi dengan sumber rujukan resmi, seperti Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan lembaga terkait lainnya.

Melalui pengelolaan berbasis digital, Digilib WBTb Aceh diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian budaya lokal, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya Aceh, serta mendorong pemanfaatan warisan budaya sebagai sumber pengetahuan lintas generasi.

Cah Rhot

Cah Rhot

Cah Rhot adalah istilah yang menggambarkan tahapan paling awal dari sebuah proses pencarian jodoh secara tradisional dalam masyarakat Aceh. Secara terjemahan bebas, cah rot berarti “membuka jalan”. Proses cah rot dalam hal ini adalah komunikasi awal yang dibangun dalam rangka inisiasi sebuah rencana membentuk kehidupan keluarga lewat mahligai perkawinan. Iniasiasi awal cah rot ini seringkali dan hampir selalu berasal dari keluarga laki-laki yang biasanya menunjuk seseorang yang mereka percayai dan memiliki pengalaman sebagai seulangke untuk membuka komunikasi awal. Dengan kata lain cah rhot merupakan langkah-langkah untuk mempelajari atau melihat keadaan keluarga perempuan yang dilakukan oleh pihak keluarga pemuda sebelum meminang.
Khanduri Molod

Khanduri Molod

Khanduri molod dilaksanakan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid di Aceh berlangsung selama tiga bulan, yang dibagi menjadi tiga fase: Maulid Awal, Maulid Tengah, dan Maulid Akhir. Perayaan dimulai pada bulan Rabiul Awal, yang dikenal sebagai buleuen molod (maulid awal), dilanjutkan pada bulan Rabiul Akhir, yang disebut buleuen adoe molod (maulid pertengahan), dan diakhiri pada bulan Jumadil Awal, yang disebut buleuen molod seuneulheuh (maulid akhir). Setiap desa di Aceh akan melaksanakan khanduri ini dengan waktu yang berbeda beda antara satu desa dengan desa lainnya sepanjang tiga bulan perayaan.
Meulakee

Meulakee

Meulakee/Meminang merupakan proses melamar seorang gadis yang dilakukan oleh seulangke atas nama keluarga calon Linto Baro. Keluarga pemuda mengundang pemangku adat gampong bersama seulangke untuk melaksanakan pinangan. Pihak pemuda tersebut melakukan pinangan dengan menyerahkan satu cerana berisi sirih dan satu puan yang dibungkus dengan kain sutra yang didalamnya berisi perhiasan yang terbuat dari emas, sedangkan cerana tersebut berisi sirih yang juga disebut sebagai ranup kong haba. Perhiasan yang diserahkan tersebut sebagai tanda pertunanganan (me tanda) dari pihak calon linto baro kepada calon dara baro.
Khanduri Beureu’at

Khanduri Beureu’at

Khanduri Beureu’at adalah tradisi masyarakat Aceh yang dilaksanakan pada malam Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban dalam kalender Islam), yaitu kenduri atau jamuan makan bersama setelah salat Isya di meunasah, masjid, atau musalla dengan doa, ceramah, dan makanan yang dibawa warga sebagai bentuk permohonan berkah umur dan kebersamaan spiritual masyarakat.
Cagar Budaya - Makam

Cagar Budaya - Makam

Exhibit ini menampilkan makam-makam bersejarah di Aceh yang termasuk dalam kategori cagar budaya. Makam bersejarah memiliki nilai penting sebagai peninggalan sejarah dan budaya yang berkaitan dengan tokoh-tokoh, ulama, dan peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Aceh. Selain sebagai tempat peristirahatan terakhir, makam juga mencerminkan nilai religius, tradisi, serta seni hias dan arsitektur khas pada masanya. Informasi dalam exhibit ini dihimpun dari situs Budaya Aceh sebagai upaya dokumentasi, pelestarian, dan pengenalan warisan sejarah Aceh kepada masyarakat luas.

Cagar Budaya - Monumen Bersejarah

Cagar Budaya - Monumen Bersejarah

Exhibit ini menyajikan monumen bersejarah di Aceh yang termasuk dalam kategori cagar budaya. Monumen bersejarah merupakan peninggalan fisik yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas bagi masyarakat Aceh. Keberadaan monumen ini menjadi saksi perjalanan sejarah, perjuangan, serta perkembangan sosial budaya masyarakat dari masa ke masa. Informasi dalam exhibit ini dihimpun dari situs Budaya Aceh sebagai upaya dokumentasi, pelestarian, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melindungi cagar budaya.

Objek Pemajuan Kebudayaan - Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan

Objek Pemajuan Kebudayaan - Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan

Exhibit ini menampilkan keterampilan, kemahiran, dan kerajinan masyarakat Aceh sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Keterampilan dan kerajinan tersebut mencerminkan kreativitas, ketekunan, serta pengetahuan tradisional yang berkembang dalam kehidupan masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun. Melalui berbagai bentuk kerajinan dan keahlian tradisional, masyarakat Aceh menunjukkan identitas budaya sekaligus nilai ekonomi dan sosial yang penting. Informasi dalam exhibit ini bersumber dari situs Budaya Aceh sebagai upaya dokumentasi, pelestarian, dan pengenalan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas.

Objek Pemajuan Kebudayaan - Pengetahuan dan Kebiasaan Masyarakat

Objek Pemajuan Kebudayaan - Pengetahuan dan Kebiasaan Masyarakat

Exhibit ini menyajikan pengetahuan tradisional dan kebiasaan masyarakat Aceh sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Pengetahuan dan kebiasaan tersebut mencakup cara hidup, nilai-nilai sosial, serta praktik sehari-hari yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Aceh. Informasi dalam exhibit ini bersumber dari situs Budaya Aceh dan disajikan sebagai upaya dokumentasi, pelestarian, serta pengenalan kearifan lokal Aceh kepada masyarakat luas.

Most popular tags