Merupakan makam dari istri Teungku Ibrahim di Iboih dan pengawalnya yang meninggal pada masa Islam, yaitu sebelum tahun 1800an. Makam Siti Rubiah terletak di Pulau Rubiah, Sabang, yang diambil dari nama beliau sebagai penghormatan atas jasa penyebaran agama Islam di sana. Siti Rubiah adalah istri dari ulama Tengku Ibrahim (Tengku Iboih) dan diyakini hidup pada abad ke-18 di Pulau Weh. Makamnya kini menjadi situs wisata religi yang ramai dikunjungi, terutama pada bulan-bulan suci, untuk berdoa dan berziarah.
Kompleks Makam Meurah Pupok berlokasi di dalam Kompleks Makam Kerkhof Peucut di Banda Aceh, yang dulunya merupakan tempat pemakaman tentara Belanda. Sejarahnya berawal dari tragisnya kehidupan Meurah Pupok, putra kesayangan Sultan Iskandar Muda, yang dihukum rajam oleh ayahnya karena berbuat zina. Hukuman ini membuktikan keadilan Sultan Iskandar Muda dalam menegakkan hukum, bahkan untuk anaknya sendiri, dan melegenda menjadi pepatah "Matee aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita". Setelah pemakamannya, kompleks ini akhirnya menjadi tempat pemakaman bagi ribuan tentara Belanda yang tewas dalam Perang Aceh.
Coverage: Banda Aceh; Masa Kesultanan Aceh (Awal Abad ke-17).
Kubu Aneuk Manyak ini pada dasarnya dikuburkan dua mayat laki-laki, satu orang dewasa dan satunya lagi anak-anak yang masih berumur 4 tahun. Kedua orang tersebut adalah korban pembunuhan dengan tujuan perampokan, sesuai sumber informasi yang diperoleh dari kalangan masyarakat sekitar. Kejadian itu berlangsung tahun 1935.