Makam Sultan Iskandar Muda terletak di komplek pemakaman kuno di Gampong (desa) Pande, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Tempat peristirahatan terakhir Sultan Iskandar Muda ini berada tidak jauh dari lokasi Masjid Raya Baiturrahman. Sultan Iskandar Muda adalah sosok pemimpin yang visioner dan berhasil membawa Aceh mencapai puncak kejayaannya, yaitu pada abad ke-17.
Kompleks Makam Meurah Pupok berlokasi di dalam Kompleks Makam Kerkhof Peucut di Banda Aceh, yang dulunya merupakan tempat pemakaman tentara Belanda. Sejarahnya berawal dari tragisnya kehidupan Meurah Pupok, putra kesayangan Sultan Iskandar Muda, yang dihukum rajam oleh ayahnya karena berbuat zina. Hukuman ini membuktikan keadilan Sultan Iskandar Muda dalam menegakkan hukum, bahkan untuk anaknya sendiri, dan melegenda menjadi pepatah "Matee aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita". Setelah pemakamannya, kompleks ini akhirnya menjadi tempat pemakaman bagi ribuan tentara Belanda yang tewas dalam Perang Aceh.
Coverage: Banda Aceh; Masa Kesultanan Aceh (Awal Abad ke-17).
Masjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun oleh Sultan Alaudin Mahmud Syah pada tahun 1292 M. Saat itu Kontruksi Masjid dibangun dengan menggunakan kayu. Adapula riwayat lain, Masjid Raya Baiturrahman di bangun di masa Kesultanan Aceh di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636).