Monumen berbentuk kupiah meukutop ini dikenal dengan tugu teuku umar dibangun sebagai tugu peringatan lokasi tertembaknya Teuku Umar saat pertempuran dengan Belanda yang dipimpin oleh Van Der Dussen. Teuku umar tertembak pada tanggal 11 Februari 1899 di Gampong Ujong Kalak Meulaboh, Aceh Barat tepat dilokasi tugu tersebut didirikan.
Kubu Aneuk Manyak ini pada dasarnya dikuburkan dua mayat laki-laki, satu orang dewasa dan satunya lagi anak-anak yang masih berumur 4 tahun. Kedua orang tersebut adalah korban pembunuhan dengan tujuan perampokan, sesuai sumber informasi yang diperoleh dari kalangan masyarakat sekitar. Kejadian itu berlangsung tahun 1935.
Masjid Raya Baiturrahman pertama kali dibangun oleh Sultan Alaudin Mahmud Syah pada tahun 1292 M. Saat itu Kontruksi Masjid dibangun dengan menggunakan kayu. Adapula riwayat lain, Masjid Raya Baiturrahman di bangun di masa Kesultanan Aceh di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636).
Kompleks Makam Meurah Pupok berlokasi di dalam Kompleks Makam Kerkhof Peucut di Banda Aceh, yang dulunya merupakan tempat pemakaman tentara Belanda. Sejarahnya berawal dari tragisnya kehidupan Meurah Pupok, putra kesayangan Sultan Iskandar Muda, yang dihukum rajam oleh ayahnya karena berbuat zina. Hukuman ini membuktikan keadilan Sultan Iskandar Muda dalam menegakkan hukum, bahkan untuk anaknya sendiri, dan melegenda menjadi pepatah "Matee aneuk meupat jeurat, gadoh adat pat tamita". Setelah pemakamannya, kompleks ini akhirnya menjadi tempat pemakaman bagi ribuan tentara Belanda yang tewas dalam Perang Aceh.
Coverage: Banda Aceh; Masa Kesultanan Aceh (Awal Abad ke-17).
Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional dan terkenal dengan strategi gerilyanya melawan penjajahan Belanda. Status Teuku Umar sebagai seorang pahlawan nasional dikukuhkan dalam SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973. Ketika perang Aceh meletus pada tahun 1873, kala itu Teuku Umar yang masih berumur 19 tahun sudah berjuang di medan perang bersama pejuang-pejuang lainnya. Pada tahun 1783, Teuku Umar memutuskan melakukan taktik berpura-pura bekerja sama dengan Belanda dan memperoleh kepercayaan Belanda. Semua itu dilakukannya demi menghimpun senjata dan informasi mengenai Belanda.
Masjid Tuha Meulaboh, Saksi dan Sejarah Nilai Luhur Abad ke-18 Yang dibangun pada masa Ulee Balang: oleh Teuku Tjik Ali. Pasar gambe yang menjadi pusat perdagangan masyarakat, sekarang disebut dengan taman Hijriah.
Makam Sultan Iskandar Muda terletak di komplek pemakaman kuno di Gampong (desa) Pande, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Tempat peristirahatan terakhir Sultan Iskandar Muda ini berada tidak jauh dari lokasi Masjid Raya Baiturrahman. Sultan Iskandar Muda adalah sosok pemimpin yang visioner dan berhasil membawa Aceh mencapai puncak kejayaannya, yaitu pada abad ke-17.
Tugu pemancungan yang berada di Desa/Gampong Batee Shok Kecamatan Sukamakmu Kota Sabang ini berada dikawasan perkebunan warga, namun tugu ini dibuat oleh pemerintah. Jamal, Pemilik kebun yang berada di dekat lokasi tersebut mengungkapkan, sebagai sebuah situs sejarah, Tugu dengan tinggi 3 m dan luas 5 m² ini kurang diminati wisatawan. Satu-satunya pemberitahuan yang ada hanyalah sebuah papan petunjuk yang berada di tepi jalan raya.
Dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 dalam operasi "T" sebagai pos pengamatan bila ada serangan atau kapal musuh yang mendekat dan sekaligus sebagai benteng pertahanan awal yang di dalamnya terdapat ruangan sebagai tempat penyimpanan amunisi untuk menghadapi Perang Asia Pasifik. Benteng Keuneukai adalah salah satu dari banyak benteng peninggalan Jepang yang dibangun di Sabang, Aceh, pada masa Perang Dunia II. Benteng ini didirikan oleh tentara Jepang pada tahun 1942, sebagai bagian dari Operasi "T".