SK PENETAPAN No.014/M/1999 Tgl. 12-01-1999 Bangunan ini menunjukkan ciri khas Rumah Tradisional Aceh. Pada tahun 1980 Rumah ini diresmikan sebagai Museum Negeri Aceh. Museum Aceh berusia 100 tahun lebih, didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pemakaiannya diresmikan oleh Gubernur Sipil dan Militer Aceh Jenderal H. N. A. Swart pada 31 Juli 1915 waktu itu bangunannya berupa Rumah Tradisional Aceh (Rumoh Aceh).
Kapal diatas rumah ini menjadi tempat wisata yang sangat unik dan mungkin tidak ada di temukan di tempat lain. Sebuah kapal yang lumayan besar tersangkut diatas rumah menjadi saksi bisu akan kedasyatan musibah tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Situs ini tetap di pertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang musibah Gempa dan Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh.
Merupakan makam dari istri Teungku Ibrahim di Iboih dan pengawalnya yang meninggal pada masa Islam, yaitu sebelum tahun 1800an. Makam Siti Rubiah terletak di Pulau Rubiah, Sabang, yang diambil dari nama beliau sebagai penghormatan atas jasa penyebaran agama Islam di sana. Siti Rubiah adalah istri dari ulama Tengku Ibrahim (Tengku Iboih) dan diyakini hidup pada abad ke-18 di Pulau Weh. Makamnya kini menjadi situs wisata religi yang ramai dikunjungi, terutama pada bulan-bulan suci, untuk berdoa dan berziarah.
Merupakan Komplek benteng pertahanan yang dibangun oleh Jepang dalan Operasi "T" untuk menghadapi Perang Asia Pasifik. Terdapat beberapa benteng yang tersusun menjadi sebuah barikade pertahanan. Benteng - benteng tersebut dibangun mengikuti kontur tebing pantai membentuk seperti lingkaran, semuanya berjumlah 6 buah benteng dengan ukuran yang berbeda. Benteng ini terbuat dari beton cor, batu bata dan besi untuk penguatan. Dulu berfungsi sebagai Benteng Pertahanan Jepang. Kompleks Benteng Anoi Itam Sabang adalah peninggalan Jepang yang dibangun pada 1942-1945 sebagai pusat pertahanan dan penyimpanan senjata selama Perang Dunia II.
Gambar Benteng dan Masjid Indrapuri yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Situs ini merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur Islam, serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2012.
Gambar Benteng Gunung Biram yang merupakan situs cagar budaya kategori struktur. Benteng ini telah diverifikasi dan divalidasi sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB) pada tahun 2024 dan memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari sistem pertahanan masa lalu di wilayah Aceh.
Gambar Madat Kerajaan Kuala Batu yang dikenal sebagai Prasasti Shewbuntan. Situs ini merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB) kategori struktur yang memiliki nilai sejarah penting terkait keberadaan Kerajaan Kuala Batu di wilayah Aceh Barat Daya.
Gambar Makam Sultan Munawwarsyah bin Sultan Muhammad Lamuri yang merupakan situs cagar budaya tingkat provinsi. Makam ini memiliki nilai sejarah penting terkait perkembangan awal Islam dan kerajaan Lamuri di wilayah Aceh.
Gambar Lonceng Cakra Donya, sebuah artefak bersejarah yang menjadi cagar budaya tingkat provinsi di Kota Banda Aceh. Lonceng ini merupakan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan hubungan budaya dan perdagangan masa lampau di Aceh.
Gambar Perpustakaan Kuno Tanoh Abee yang merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB) kategori bangunan di Kabupaten Aceh Besar. Perpustakaan ini dikenal sebagai pusat penyimpanan manuskrip Islam kuno dan memiliki peran penting dalam sejarah intelektual dan keilmuan Islam di Aceh.