Ramban Item (82 total)

Meurukon

Meurukon

Meurukon adalah tradisi seni lisan khas Aceh yang berupa dialog atau tanya-jawab berirama antara kelompok-kelompok yang mengupas persoalan keagamaan dan hukum Islam secara puitis. Tradisi ini muncul sebagai media dakwah dan pendidikan budaya Islam yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Aceh.
Musik Mob-mob

Musik Mob-mob

Musik Mob-mob merupakan jenis kesenian tradisional dari Aceh yang dikenal juga sebagai Biola Aceh. Seni pertunjukan ini menghimpun unsur musik, dialog, dan aksi tunggal yang dimainkan oleh beberapa orang dan biasanya menggambarkan cerita kehidupan sehari-hari, khususnya hubungan dan konflik keluarga, serta menyampaikan nasihat moral kepada penonton.
Peuphon Kitab: Tradisi Permulaan Pembacaan Kitab di Dayah Aceh

Peuphon Kitab: Tradisi Permulaan Pembacaan Kitab di Dayah Aceh

Foto ini menampilkan kegiatan Peuphon Kitab, yaitu tradisi permulaan pembacaan kitab di lingkungan dayah (pesantren) Aceh. Dalam tradisi ini, seorang ulama atau guru agama memulai pembacaan dan penjelasan kitab yang akan dipelajari oleh para santri sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu serta permohonan keberkahan dalam proses belajar mengajar.
Madat Kerajaan Kuala Batu (Prasasti Shewbuntan)

Madat Kerajaan Kuala Batu (Prasasti Shewbuntan)

Gambar Madat Kerajaan Kuala Batu yang dikenal sebagai Prasasti Shewbuntan. Situs ini merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB) kategori struktur yang memiliki nilai sejarah penting terkait keberadaan Kerajaan Kuala Batu di wilayah Aceh Barat Daya.
Benteng dan Masjid Indrapuri

Benteng dan Masjid Indrapuri

Gambar Benteng dan Masjid Indrapuri yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Situs ini merupakan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur Islam, serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2012.
Komplek Makam Sultan Alauddin Ibrahim Mansyur Syah

Komplek Makam Sultan Alauddin Ibrahim Mansyur Syah

Komplek Makam Sultan Alauddin Ibrahim Mansyur Syah adalah situs cagar budaya berupa kompleks pemakaman kerajaan Aceh yang terletak di kawasan Kandang Meuh dalam Kompleks Baperis (sekarang Istana Gubernur) di Banda Aceh. Situs ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Sultan Aceh yang berkuasa pada periode 1838–1870 M dan bagian penting dari warisan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.
Komplek Makam Qadhi Maliqul Adil

Komplek Makam Qadhi Maliqul Adil

Komplek Makam Qadhi Maliqul Adil merupakan situs makam keluarga seorang pejabat kehakiman tertinggi di Kesultanan Aceh Darussalam yang terletak di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Situs ini mencakup beberapa makam kuno dengan nisan batu khas Aceh dari abad ke-16/17 Masehi yang menunjukkan pentingnya peran Qadhi Malikul Adil dalam sistem pemerintahan Kesultanan Aceh. Banyak nisan mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami 2004 namun lokasi tetap terpelihara sebagai warisan sejarah penting.
Monumen Pesawat RI 001 Seulawah

Monumen Pesawat RI 001 Seulawah

Monumen Pesawat RI 001 Seulawah merupakan replika pesawat Dakota yang dibangun untuk mengenang kontribusi masyarakat Aceh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pesawat ini menjadi simbol patriotisme rakyat Aceh yang berhasil mengumpulkan dana untuk pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, yang kemudian menjadi cikal bakal maskapai penerbangan nasional. Monumen ini memperlihatkan semangat gotong-royong dan solidaritas dalam sejarah perjuangan bangsa.
Komplek Kuburan Kerkhoff

Komplek Kuburan Kerkhoff

Komplek Kuburan Kerkhoff (juga dikenal sebagai Kerkhoff Peucut) adalah situs pemakaman militer kolonial Belanda di Banda Aceh yang dibangun pada akhir abad ke-19 untuk menampung ribuan tentara KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda) yang tewas selama Perang Aceh. Kompleks ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Aceh dan kini menjadi objek wisata sejarah penting di kota tersebut.
Komplek Makam Tuan Faqih (Tuan Dipakeh)

Komplek Makam Tuan Faqih (Tuan Dipakeh)

Gambar dan informasi Komplek Makam Tuan Faqih (Tuan Dipakeh) sebagai objek cagar budaya (ODCB) kategori situs tingkat provinsi. Kompleks ini merupakan makam dari seorang hulubalang dan ulama besar abad ke-17/18 yang dikenal sebagai Tuan Dipakeh, memiliki beberapa nisan bergaya Kesultanan Aceh Darussalam yang masih terawat dan menjadi tujuan ziarah masyarakat.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2