Ramban Item (9 total)

Reubana

Reubana

Reubana adalah varian dari rebana — sebuah alat musik pukul tradisional yang telah lama dipakai dalam kebudayaan Aceh sebagai sarana musik ritmis dalam acara keagamaan, perayaan adat, dan pertunjukan musik lokal. Reubana umumnya dimainkan dengan ritme berulang yang mengiringi nyanyian atau syair, dan berperan penting dalam aktivitas budaya masyarakat Aceh sebagai bagian dari ekspresi seni tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Serune Kale

Serune Kale

Serune Kale adalah salah satu alat musik tiup tradisional khas Aceh yang populer di berbagai daerah seperti Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Aceh Barat. Instrumen ini biasanya dimainkan bersama Gendang dan Rapai dalam pertunjukan musik tradisional serta acara hiburan, tarian, dan penyambutan tamu kehormatan. Serune Kale memiliki corong dan lubang nada sehingga dapat menghasilkan suara khas yang mempengaruhi ritme musik dalam budaya Aceh dan menjadi bagian penting dari tradisi musik lokal.
Rapai Daboh

Rapai Daboh

Rapai Daboh adalah seni pertunjukan tradisional masyarakat Aceh yang memadukan tabuhan alat musik rapai (gendang tradisional) dengan atraksi fisik yang menunjukkan keberanian dan keterampilan. Pertunjukan ini biasanya melibatkan sekelompok pemain rapai dan seorang pemimpin atau “khalifah” yang melakukan gerakan atraktif serta syair-syair religius sambil diiringi ritme rapai. Rapai Daboh berakar dari tradisi Aceh dan sering dipentaskan dalam acara budaya, festival, upacara adat, dan sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya takbenda masyarakat Aceh.
Kesenian Meugrob

Kesenian Meugrob

Kesenian Meugrob adalah tarian tradisional khas Aceh yang menonjolkan gerakan hentakan kaki secara kompak dan ritmis, biasanya dipentaskan oleh sekelompok penari bersama pemimpin syair/zikir dalam suasana kolektif. Tarian ini berkembang di masyarakat Aceh, terutama di Desa Pulo Lueng Teuga, Kabupaten Pidie, sebagai ekspresi budaya lokal yang berakar dalam tradisi sosial dan religius, dan sering ditampilkan pada malam Lebaran Idulfitri maupun acara adat lainnya. Meugrob tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, penguatan identitas budaya, serta media silaturahmi antarwarga.
Tari Tarek Pukat

Tari Tarek Pukat

Tari Tarek Pukat adalah tarian tradisional khas Aceh yang menggambarkan aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan saat menarik pukat atau jaring untuk menangkap ikan di laut. Tarian ini mencerminkan semangat gotong-royong, kerja sama, dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Aceh serta ekspresi hidup komunitas pesisir melalui gerak, syair, dan musik tradisional. Tari Tarek Pukat biasa ditampilkan dalam berbagai acara budaya, upacara penyambutan, dan pertunjukan seni tradisional Aceh.
Tari Ratoh Jaroe

Tari Ratoh Jaroe

Tari Ratoh Jaroe adalah tarian tradisional khas Aceh yang menampilkan gerakan sinkron dan ritmis dengan dominasi gerakan tangan serta tubuh yang penuh semangat. Tari ini sering dibawakan secara berkelompok dan diiringi syair serta musik tradisional seperti rebana. Selain sebagai ekspresi seni, tari ini mencerminkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat masyarakat Aceh serta berfungsi sebagai media ritual budaya dalam berbagai acara perayaan, festival seni, dan upacara adat.

Tari Ratoh Taloe

Tari Ratoh Taloe

Tari Ratoh Taloe merupakan tarian tradisional yang berasal dari Aceh dan dibawakan secara berkelompok. Tarian ini menampilkan gerakan yang kompak, dinamis, dan ritmis, serta diiringi syair-syair bernuansa religi dan kebersamaan. Tari Ratoh Taloe sering dipentaskan dalam acara adat, pertunjukan budaya, dan penyambutan tamu.
Musik Mob-mob

Musik Mob-mob

Musik Mob-mob merupakan jenis kesenian tradisional dari Aceh yang dikenal juga sebagai Biola Aceh. Seni pertunjukan ini menghimpun unsur musik, dialog, dan aksi tunggal yang dimainkan oleh beberapa orang dan biasanya menggambarkan cerita kehidupan sehari-hari, khususnya hubungan dan konflik keluarga, serta menyampaikan nasihat moral kepada penonton.
Meurukon

Meurukon

Meurukon adalah tradisi seni lisan khas Aceh yang berupa dialog atau tanya-jawab berirama antara kelompok-kelompok yang mengupas persoalan keagamaan dan hukum Islam secara puitis. Tradisi ini muncul sebagai media dakwah dan pendidikan budaya Islam yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Aceh.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2